Kisah Artsycraft Indonesia
Menyulam Kenangan, Merawat Bumi
Segala hal yang indah membutuhkan waktu. Artsycraft Indonesia tidak lahir dalam semalam. Berawal dari Condong Catur, Sleman, kami menghabiskan ribuan jam untuk menyempurnakan teknik pengawetan bunga alami (botanical preservation). Kami mempelajari karakteristik setiap jenis bunga, bagaimana mawar mempertahankan rona merahnya, dan bagaimana bunga matahari menolak untuk redup.
Bagi kami, ini bukan sekadar proses kimiawi, melainkan ritual merawat rindu. Setiap mahakarya dikerjakan dengan ketelitian tingkat tinggi, karena kami tahu, yang kami genggam bukan sekadar tumbuhan, melainkan sepenggal memori paling berharga dalam hidup Anda.
Di balik setiap kelopak yang diawetkan, ada sepasang tangan yang percaya bahwa waktu bisa dijeda. Mari selami lebih dalam bagaimana Artsycraft bermula dari sebuah ruang kecil di Yogyakarta, hingga menyentuh hati di berbagai penjuru dunia.
Tumbuh dari Jogja, Diakui Dunia
Dedikasi kami pada estetika dan inovasi membawa Artsycraft memenangkan penghargaan bergengsi “Innovating Jogja 2020”. Kemenangan ini menjadi pijakan kami untuk terus berlayar, membawa seni pressed flower khas Indonesia merambah pasar internasional, termasuk menyapa para penikmat seni di Singapura dan Malaysia.
Menolak Plastik, Memeluk Semesta
Di Artsycraft, kami memiliki satu aturan emas: Tidak ada tempat untuk bunga artifisial atau plastik. Kami menolak menciptakan keabadian palsu yang pada akhirnya akan menjadi beban bagi bumi. Seluruh bahan baku kami berasal dari alam, dan kami membalutnya kembali dengan kemasan ramah lingkungan (eco-friendly packaging). Membeli Artsycraft adalah janji Anda untuk turut merawat bumi tempat kita berpijak.
Setiap mahakarya selalu bermula dari sebuah sapaan. Temui kami di workshop kami di Yogyakarta, atau utus sebuah pesan. Mari kita mulai menenun kenangan itu bersama.